SALEUM TEUKA PARA PESERTA PENAS-KTNA XV!
Peu mulia jamee ranup lampuan. Peu mulia rakan mameh
suara. Saleum teuka keupada syedara kamo peserta PENAS KTNA XV 2017!!
Kalimat itulah yang
selalu kita ingat setiap kedatangan tamu ke daerah tercinta kita ini, Aceh.
Kalimat ini juga tidak lupa kita tanamkan dalam hati. Khususnya kepada peserta
PENAS KTNA XV yang sedang digelar di Ibu kota provinsi Aceh, Banda Aceh.
Kegiatan ini melibatkan sebanyak 35.000 peserta dari seluruh nusantara dan tamu
VVIP seperti Presiden RI bapak Joko Widodo serta dan perwakilan ASEAN. Ada
banyak hal yang harus dipersiapkan atau dilakukan untuk mensukseskan acara yang
bertaraf nasional tersebut. Baik dari panitia penyelenggara sendiri maupun
masyarakat Aceh pada umumnya.
Dalam event ini, Aceh menjadi tuan rumah dalam kegiatan
petani dan nelayan tersebut. Namun, ini bukan sekedar untuk memamerkan atau
memperlihatkan hasil pertanian dan para nelayan Aceh, tetapi juga terkait dengan adat dan budaya Aceh yang
sangat dikenal dengan santun dan ramah. Terlebih lagi, Aceh lebih dikenal dengan
sebutan Serambi Mekkah dan Syariat Islam.
Ketika mereka yang di luar Aceh mendengar kata Aceh, secara spontan akan
terlintas di benak mereka bahwa Aceh adalah daerah yang menerapkan Syariat
Islam. Kemudian, dalam hal kegiatan ini, semua unsur masyakat sangat mendukung
sukses atau tidaknya kegiatan tersebut. Mulai dari masyarakat sipil, perusahaan
- perusahaan dan seluruh element yang ada di Aceh saat ini.
Kembali kepada pepatah yang turun temurun digunakan oleh
masyaratkat Aceh. Peu mulia jamee ranup
lampuan. Peu mulia rakan mameh suara. Keramah-tamahan masyarakat Aceh
sangat membantu dan mendukung untuk memperlihatkan adat dan budaya yang ada di
Aceh. Dengan bersikap santun dan ramah inilah para tamu yang hadir dari seluruh
nusantara akan merasa nyaman dan terkesan ketika tiba dan menginjak kakinya di
bumi Serambi Mekkah ini. Bahkan akan merindukan daerah yang bekas di landa
musibah Tsunami tersebut. Mereka akan merasa di hormati dan dihargai ketika
berada di Aceh. Pelayanan yang baik juga harus ditunjukkan oleh pelaku usaha,
bisnis atau penyedia jasa apapun. Misalnya, para penyedia transportasi. Dengan
di gelarnya kegiatan akbar tersebut, para penyedia transportasi untuk tidak
menaikkan harga atau tarif terhadap tamu tersebut. Berlakulah tarif seperti
biasa dan sesuai yang telah ditetapkan. Jangan mengambil kesempatan terhadap
para tamu untuk mengambil keuntungan yang berlebihan. Kemudian kepada pihak restoran
dan perhotelan juga diharapkan melakukan hal yang sama. Pelayanan prima sangat
penting untuk mendukung dalam mempromosikan Aceh kepada Indonesia melalui
kegiatan PENAS KTNA XV tersebut. Hal ini harus selalu dijunjung tinggi oleh
pelaku usaha dan jasa guna selama perhelatan akbar ini di gelar dapat meningkatkan
peminat wisatawan untuk berkunjung ke Aceh.
Melalui kegiatan
akbar ini juga dapat mempromosikan apa yang ada di Aceh. Misalnya tempat wisata
seperti situs-situs Tsunami, makanan khas Aceh dan souvenir-souvenir yang
terdapat di bumi Serambi Mekkah ini. Kemudian, selama kegiatan PENAS KTNA XV
berlangsung diharapkan untuk saling menjaga keamanan. Karena semua pihak tahu
bahwa Aceh adalah salah satu daerah yang dikenal daerah bekas konflik. Mereka
akan merasa aman dan nyaman jika selama kegiatan ini tidak melihat atau
mendengar tentang informasi-informasi apapun yang membuat mereka khawatir dan
ketakutan yang mengancam keamanan mereka selama mengikuti kegiatan tersebut.
Keamanan juga sangat berpengaruh terhadap pengunjung dan tamu yang hadir.
Melalui kegiatan ini, mari kita tunjukkan bahwa
Aceh adalah daerah yang berbudaya, santun, ramah dan pantas untuk dikunjungi
serta dapat menarik para investor untuk menginvestasi di Aceh. Kemudian, semoga
kegiatan ini berlangsung kita sebagai tuan rumah agar selalu menjaga dan
memenuhi hak mereka sebagai tamu. Terakhir, semoga para tamu untuk tetap merasa
aman dan nyaman selama mengikuti acara ini. Amin.
Komentar
Posting Komentar