PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK
PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK
Dan
orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami
istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan
jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” Mereka itulah orang yang
dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan
mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya, mereka
kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat
kediaman. (QS
Al-Furqan [25]: 74-76).
Anak merupakan
amanah yang diberikan oleh Allah kepada kita. Banyak diantara kita yang tidak
bisa memiliki keturunan tetapi berusaha keras untuk mendapatkannya dengan
berbagai cara agar impiannya terwujud. Begitupun ketika amanah itu
telah diberikan kepada setiap
orangtua, maka hal utama yang harus dilakukan adalah mendidiknya dengan baik agar
menjadi anak yang berbakti kepada orangtua, menjadi anak yang berkakhlaqul
karimah dan menjadi pemimpin bangsa yang dihargai rakyatnya. Suksesnya seorang
anak tidak terlepas dari pendidikan utama, yakni peran keluarga dalam pendidikan.
Ketika anak menjadi seorang yang berakhlak mulia, hal itu
tidak terlepas dari pendidikan yang fundamental yang diberikan dari
keluarganya. Pendidikan yang diberikan dari keluarganya merupakan hal mendasar
supaya anak menjadi yang terbaik. Pendidikan itu tidak hanya tentang ilmu yang ada
di lembaga pendidikan formal atau non formal. Tetapi juga nilai-nilai religius
yang menjadi ilmu pertama anak untuk menjadi akhlak yang terpuji. Peran
keluarga sangat penting dalam menumbuh kembangkan karakter anak. Ketika dia
dewasa, apapun karakternya, itu merupakan hasil dari didikan setiap orangtua.
Maka tidak bisa dipungkiri bahwa setiap karakter anak merupakan turunan dari
ayah dan ibunya. Dengan kata lain, baik atau tidaknya karakter seorang anak
merupakan cerminan dari keluarganya
Namun ironisnya, dewasa ini tidak jarang kita temukan anak-anak yang tidak
mendapatkan pendidikan yang layak, terutama pendidikan dalam keluarganya. Alhasil, dia akan menjadi pribadi
yang tidak berakhlakqul karimah. Mereka merokok, bergaul dengan orang yang
tidak sepantasnya, bahkan sangat sering kita temukan anak yang telah
terpengaruh dengan pergaulan bebas dan terlibat dengan berbagai jenis
narkotika. Itu disebabkan karena tidak adanya kontrol
dan peran dari keluarga.
Dengan terlepasnya kendali keluarga, maka anak akan mencari dan menemukan
lingkungan yang tidak semestinya dia berada disana. Maka dengan cepatnya dia
akan terkontaminasi dengan hal-hal yang negatif yang akan merusak tatanan
hidupnya.
Guna
menangkal seperti hal diatas, ada beberapa hal yang harus diterapkan dalam sebuah keluarga: Ajarkan untuk selalu taat kepada Allah.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman
berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku,
janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Luqman :13). Hal ini merupakan yang paling urgensi
dalam sebuah keluarga. Dengan tertanamkannya nilai-nilai agama
dan norma-norma didalam sebuah
keluarga maka anak akan menjadi sangat membanggakan orangtuanya. Kita tahu
bahwa anak merupakan aset
hidup baik di dunia maupun di akhirat. Anak yang sholeh dan sholeha akan membawa
atau menarik orangtuanya ke dalam surga. Nilai-nilai religius yang ditanamkan
dalam sebuah keluarga akan menjadi karakter anak dalam bersikap di setiap
aktivitasnya. Biasakan
bersama Al-Qur’an. Mencintai
Al-Qur’an merupakan hal yang tidak kalah penting dalam mendidik atau membina
seorang anak. Al-Qur’an merupakan pedoman kita dalam berkakhlaqul karimah dan
menuju kebahagiaan hakiki di akhirat. Seperti dalam sebuah hadist; ”Bacalah oleh kalian Al-Qur’an. Karena ia
(Al-Qur’an) akan datang pada Hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi
orang-orang yang membacanya.” [HR.
Muslim]. Dengan mengajarkan
anak dalam mencintai kitab suci tersebut maka anak akan terbiasa dengan Al-Qur’an
dan selalu menjadikan teman baginya bahkan akan menjadi pedomannya dalam
bermasyarakat dimanapun dia berada.
Ajarkan
anak kejujuran. Setiap anak akan ada saatnya melakukan kesalahan, baik
itu disengaja ataupun tidak. Ketika dia berbuat kelasahan maka anak tersebut
akan membela diri sebisa mungkin agar tidak dimarahi oleh orangtuanya. Tidak
sedikit anak akan berbohong kepada siapapun, termasuk orangtuanya agar terlepas
dari rasa bersalahnya dan terhindar dari kemarahan orang. Hal ini merupakan salah satu sikap yang tidak baik
untuk dilakukan. Maka dari itu, peran keluarga sangatlah penting supaya anak
akan selalu berkata jujur terhadap apapun yang dialaminya dan dengan siapapun
dia berbicara. Berikan dia pemahaman tentang kejujuran! Dengan adanya kejujuran dalam karakter anak, maka akan
tercermin bagaimana indah akhlaknya.
Dalam keluarga, dalam bermasyarakat atau dimanapun kejujuran sangatlah penting
bagi setiap anak agar dia selalu dihargai orang lain. Ajarkan sikap keterbukaan. Sikap yang terbuka sangat penting dalam mendidik anak. Ketika sikap itu
tertanamkan dalam diri seorang anak, maka akan menjadikan orangtua sebagai
mentor atau tempat berkonsultasi terhadap apa yang dihadapinya. Sikap tersebut
guna untuk menghindari anak untuk mencari perhatian kepada pihak yang bukan
keluarganya. Dengan adanya sikap keterbukaan, maka anak tersebut akan merasa
diperhatikan di dalam keluarga terutama orangtuanya. Ketika anak mengalami
kesulitan atau permasalahan, dengarkan apa yang diutarakannya. Dengarkan.
Tanggapi. Berikan solusi! Jika sikap ini kita biasakan kepadanya, maka anak
kita akan tetap merasa ada tempat bercerita dan mendampinginya. Jadikan panutan dalam keluarga. Anak akan
melihat bahkan meniru apa yang dia
saksikan dalam keluarganya. Sikap kedua orangtua merupakan contoh yang akan
ditiru oleh anak. Maka dengan itu, tunjukkan sikap yang baik, jadikan teladan
untuk dicontohkan. Biasakan dalam hal-hal positif agar anak tahu bagaimana cara
menjadi anak yang baik dan terdidik. Hindari hal-hal yang merusak karakter dan
sifat anak. Seperti ketidakdisiplinan dalam berbagai kegiatan dan lain sebagainya. Pandangan Pertama
yang disaksikan dalam
keluarga akan menjadi hal
yang paling utama dan dijadikan sebuah referensi yang akan
dilakukan setiap anak. Baik atau tidaknya sikap orang tua di dalam keluarga
akan diambil oleh anak untuk dilakukan. Maka tunjukkan dengan hal-hal yang
patut ditiru.
Awasi dengan siapa dia bergaul. Lingkungan
sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, baik itu psikologi maupun
spiritualnya. Seperti yang dikemukakan
oleh John Locke(1632-1704), seorang filsuf Inggris dan pencetus teori “Tabula
Rasa” mengatakan bahwa anak sebagai kertas putih yang diisi dengan intervensi
dari lingkungan sekitarnya. Oleh karenanya, lingkungan sangat berpengaruhi
dalam proses pembentukan anak. Artinya adalah pengalaman yang diperoleh dari
lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Sekali
lagi, peran keluarga sangat
mempengaruhi karakter anak. Oleh karena itu, suksesnya
orangtua tidak hanya dalam hal pekerjaan atau meraih gelar Sarjana (S1) atau
Master. Tetapi adalah sukses dalam mendidik anak untuk memiliki akhlaqul
karimah.!
Komentar
Posting Komentar