Dampak buruk Smartphone terhadap anak
Dampak buruk Smartphone terhadap anak
Seiring
perkembangan zaman yang serba praktis ini membuat masyarakat bumi akan semakin
mudah dalam berurusan terhadap apapun. Bisnis, sosial, politik, ekonomi atau
apapun itu tidak terlepas dari perkembangan zaman tersebut. Kecanggihan
teknologi memudahkan kita dalam berkomunikasi dengan siapapun. Namun demikian,
canggihnya suatu teknologi tersebut juga terdapat hal yang merugikan
penggunanya. Salah satu teknologi yang sedang berkembang saat ini adalah
telepon pintar atau yang lebih sering kita menyebutnya Smartphone atau Gadget. Siapa
yang tidak punya alat komunikasi yang satu ini? Bahkan setiap dari kita
memilikinya, atau bahkan lebih dari satu.
Contoh misalnya, seorang pejabat negara. Mereka bahkan memiliki dua atau
tiga Smartphone. Perangkat yang satu dipergunakan untuk kepentingan
pribadi dan keluarga. Perangkat yang
lainnya digunakan untuk hal-hal yang lain, untuk kepentingan politik, bisnis
dan lain sebagainya.
Jika kita menilik
kepada para remaja atau bahkan anak-anak, kebanyakan dari mereka juga telah
memiliki benda tersebut. Para remaja menggunakan alat itu hanya untuk menghibur dirinya, seperti permainan yang
dapat dimasukkan dan dihapus kembali ketika satu permainan yang dimainkan
mengalami kejenuhan. Bahkan hanya sekedar untuk berkata hai kepada teman-temannya tanpa ada kepentingan apapun. Tidak hanya
yang positif. Smartphone tersebut
juga terdapat hal-hal yang merugikan para penggunanya. Namun itu tergantung
dari si pemakai itu sendiri
mempergunakannya untuk kepentingan yang seperti apa. Dengan Smartphone, kriminalitas juga bisa terjadi,
penipuan, perkosaan dan lain sebagainya. Hal itu juga tidak terlepas dari
aplikasi-aplikasi yang terdapat di dalam sebuah telepon pintar itu. Sosial
media misalnya. Seperti Facebook, WhatsApp, Instragram, Line dan lain
sebagainya. Sosmed tersebut sangat berguna terhadap keperluan
apapun. Namun sekali lagi, hal itu tergantung pada si pemakai itu sendiri. Ada yang menggunakan untuk kepentingan
bisnisnya, komunitasnya, untuk keperluan pendidikannya. Di samping itu, si pemakai telepon pintar dan sosial
media ini juga memiliki kepentingan yang dapat merugikan orang lain. Seperti
penipuan, perkosaan dan sebagainya. Banyak kita mendengar informasi-informasi
telah terjadi kekerasan, perkosaan, penipuan yang dimulai dari Smartphone atau Sosmed. Banyak yang tergiur dengan hal-hal yang dianggap
menguntungkan. Misalnya, seseorang diiming-imingi akan mendapatkan hadiah dan
harus memberikan sejumlah uang untuk keperluan administrasi dan sebagainya.
Kemudian seseorang wanita berkenalan dengan pria yang tidak bertanggung jawab
yang akhirnya berakhir dengan perkosaan dan pembunuhan. Serta masih banyak berita-berita lain yang
disebabkan oleh sebuah Smartphone dan Sosmed .
Kembali ke pengguna
yang masih di bawah umur atau remaja. Dewasa ini, sangat banyak dan selalu kita
temukan bahwa anak yang masih di bawah umur telah diperkenalkan oleh
orangtuanya dengan kecanggihan teknologi yang satu ini yaitu Smartphone. Di umur yang masih rentan
terpengaruhi dengan hal apapun. Seharusnya tidak diberikan benda tersebut
apalagi tanpa kontrol dan kendali dari orangtuanya.
Mengapa? Karena anak tersebut tidak mengerti dan tidak peduli apa yang patut di
lakukan atau tidak dengan benda tersebut. Mereka tidak akan memfilter atau menyaring apa yang dibuka
dan di tontonkan di dalam Smartphone yang
di pakai itu.
Anda kenal Bill
Gates? Pendiri Microsoft dan orang terkaya di dunia? Tokoh yang satu ini ternyata
tidak memperkenankan anak-anaknya untuk memiliki ponsel sendiri sebelum berumur
14 tahun dan membawanya ke meja makan keluarga. Mengapa? Karena dia tidak ingin
anak-anaknya ketagihan dengan Gadget
yang diberikan serta meninggalkan kewajiban mereka yaitu belajar dan
berinteraksi langsung dengan orang lain. Hal yang sama juga terjadi pada
pendiri Apple, Steve Jobs. Tokoh teknologi yang satu ini juga melarang anaknya
untuk menggunakan iPad yang berlebihan dan menggunakan saat kegiatan keluarga
seperti makan malam bersama.
Dari kedua tokoh
ini kita bisa menilai bahwa Bad Effect dari
Smartphone atau Gadget sangat mudah terpengaruhi kepada anak-anak yang tidak bisa
menyaring apa saja yang boleh dilakukan melalui benda tersebut. Kita tahu bahwa
kedua tokoh ini adalah tokoh yang sangat berpengaruh terhadap dunia teknologi.
Namun, mereka sendiri tetap melarang dan membatasi penggunaan apa yang telah diciptakannya.
Peran orangtua
sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Apalagi terkait dengan penggunaan
sebuah telepon pintar. Melalui perangkat tersebut, setiap penggunanya dapat
mengakses apapun yang diinginkannnya. Namun, ketika anak-anak telah diberikan
benda tersebut, dia akan membukanya dengan bebas. Hal itu sangat berpengaruhi
terhadap psikolgi seorang anak dan melakukannya apa yang telah dilihatnya.
Ada beberapa efek
buruk yang disebabkan oleh sebuah perangkat Smartphone
atau telepon pintar terhadap perkembangan anak; Gangguan pada mata. Ketika mata si anak terlalu sering menatap
sebuah telepon pintar apalagi dengan layar yang sangat terang maka mata
tersebut akan mengalami gangguan seperti buram dan kering yang berujung dengan
gangguang permanen seperti rabun. Lemahnya
kemampuan sosialisasi. Dengan selalu terpaku kepada sebuah perangkat
ponsel, maka akan berkurangnya rasa sosialisasi dengan orang sekitar. Jika
seorang anak tidak pernah berinteraksi langsung dengan orang di sekitarnya maka
rasa sosialnya akan berkurang.
Terkena radiasi. Dalam sebuah perangkat akan
selalu dilengkapi dengan sinyal atau jaringan seluler guna untuk menghubungkan
antara satu perangkat dengan perangkat yang lain. Namun, tanpa kita sadari
bahwa sinyal tersebut juga memiliki efek buruk berupa radiasi. Jika si anak
terlalu sering dengan smartphone tersebut,
sangat mudah terkena radiasi dan dapat menyebabkan pada kesehatan anak itu
sendiri. Kurang gerak. Sudah menjadi
hal yang biasa jika anak bergerak bebas seperti berlari, melompat dan lain
sebagainya. Namun jika anak terlalu sering bermain dengan perangkat ponselnya
maka gerakan tubuh seorang anak akan berkurang karena dengan menggunakan
smartphone hanya cukup dengan duduk santai dimanapun dia mau. Hal ini akan
menyebabkan anak menjadi obesitas. Maka para orangtua sangat disarankan untuk
selalu membatasi anak dalam menggunakan sebuah telelpon pintar tersebut.
Oleh karena itu,
jika anak telah diberikan sebuah Smartphone
harus selalu diawasi terhadap penggunaannya agar anak tersebut selalu terjaga
dari hal-hal yang tidak inginkan. Sebuah perangkat telepon juga sangat
berpengaruhi terhadap sikap dan karakternya kelak.
Komentar
Posting Komentar